....

Niniak Mamak Berperan Penting dalam mensukseskan Pemilihan Serentak 9 Desember 2015 mendatang di Sumbar

22 Sep 20150 komentar

Bukittinggi-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Husni Kamil Manik mengungkapkan bahwa peran penting Ninik Mamak adalah membimbing anak kemenakan dalam memilih calon pemimpin pada Pemilihan serentak di Sumatera Barat tanggal 9 Desember 2015 nanti.
Hal tersebut di sampaikan Husni saat memberi sambutan dalam acara Silaturahmi dan Deklarasi Ninik Mamak Minangkabau menciptakan Pilkada serentak yang damai di Sumatera Barat, Sabtu (19/9) bertempat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.
Acara yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Kerapatan Ninik Mamak Minangkabau dihadiri oleh para Ninik Mamak Minangkabau di Sumatera Barat maupun yang berada di rantau seperti di Negeri Sembilan Malaysia. Selain itu, acara dihadiri juga oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Sumatera Barat, Kapolda beserta Kapolres se-Sumatera Barat, Ketua KPU kabupaten/kota dan Pasangan Calon se-Sumatera Barat .
Dalam sambutannya, Husni mengingatkan bahwa sebelum kita memilih calon pemimpin daerah yang akan dipilih pada pilkada nanti, kita harus mengenal asal usul, latar belakang pendidikan, dan apa yang telah dilakukannya kepada daerah masing-masing.
“Kita harus paham apa yang akan dilakukan oleh calon pemimpin ini nanti. Apakah calon ini akan memegang janjinya nanti. Jangan-jangan calon ini hanya singgah saja ke nagari kita. Semua itu harus kita siapkan,” himbau beliau kepada para ninik mamak.
Disamping itu, Husni menyebutkan bahwa masyarakat Minangkabau sangat terkenal dengan rasionalitas dalam pilihannya. “Pilihan masyarakat Minangkabau adalah pilihan yang matang dan tidak sembarang pilih. Pilihannya dengan akal sehat dan hati yang jernih serta tidak menyesal terhadap pemimpin yang dipilihnya,” ungkapnya.
Terkait partisipasi pemilih, Husni juga menyinggung bahwa faktor yang dominan dari partisipasi pemilih tergantung dari para pasangan calon yang akan dipilih nanti. “Kalau para calon pemimpinnya dapat memberi harapan baru maka partisipasi masyarakat untuk memilih akan tinggi, karena para calonlah yang mampu mempengaruhi pemilih untuk datang menggunakan hak pilihnya di TPS,” tegas beliau.
Husni juga menambahkan bahwa di Sumatera Barat, Pilkada serentak telah dilakukan dua kali dari tahun 2005 dan 2010. Oleh karena itu, ini menjadi pembicaraan nasional dan menjadi desain pilkada serentak nasional tahun 2015. Hal ini dikarenakan Sumbar telah berhasil melaksanakan pilkada secara serentak, efisien dan aman.
“Sumatera Barat telah berhasil melaksanakan Pilkada serentak dari tahun 2005 dan 2010 serta menjadi contoh desain pilkada serentak secara nasional pada tahun 2015 ini. Untuk itu, secara moral saya punya tanggung jawab tersendiri terhadap suksesnya pilkada serentak di Sumbar,” ujar Husni.
Husni menyebutkan juga bahwa suksesnya penyelenggaran Pilkada serentak di Sumbar selain para penyelenggara dan para pemangku kepentingan sebagai masyarakat formal juga tergantung dari peran masyarakat informal seperti Ninik mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai serta Bundo Kanduang.
“Masyarakat Sumbar ada masyarakat formal dan informal. Masyarakat informal inilah para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang yang mempunyai peran andil dalam mensukseskan Pilkada serentak di Sumbar,” ungkap beliau.
Husni juga mengingatkan kepada Ninik Mamak di Minangkabau untuk dapat mensukseskan dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pilkada serentak ini. “Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan partisipasi Ninik Mamak Nagari di Minangkabau dan diluar Sumatera Barat dalam Pilkada serentak ini. Kita ingin menjaga marwah Minangkabau agar aman, tertib, bermartabat dan badunsanak,” ungkapnya.
Pada kesempatan acara tersebut, juga dilakukan pengucapan ikrar Ninik Mamak Minangkabau untuk menciptakan Pilkada serentak yang aman dan damai di Sumatera Barat.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2013-2016 KPU Kota Bukittinggi